Link Terkait

Pin It

FAQs

Berapa Lama Paspor Saya Selesai?
Tiga (3) hari kerja setelah melakukan pembayaran

Penggantian Paspor

1. Habis masa berlakunya;
2. Buku paspor penuh;
3. Buku paspor hilang;
4. Buku paspor rusak.
Adapun pengurusannya dapat dilakukan dengan :

1. Penggantian SPRI/Paspor karena habis masa berlaku, dapat dilakukan dikantor Imigrasi dengan membawa paspor yang bersangkutan (yang telah habis masa berlaku) dan melanjutkan proses permohonan sesuai dengan Prosedur Pembuatan Paspor biasa antara lain mengisi formulir yang telah ditentukan dan melengkapi syarat sesuai dengan ketentuan;
2. Penggantian karena buku paspor penuh, dapat dilakukan dikantor Imigrasi dengan membawa paspor yang bersangkutan (yang telah penuh) dan melanjutkan proses permohonan sesuai dengan prosedur pembuatan paspor biasa antara lain mengisi formulir yang telah ditentukan dan melengkapi syarat sesuai dengan ketentuan;
3. Penggantian SPRI/Paspor karena hilang dan rusak, dapat dilakukan di kantor Imigrasi dengan mengadakan penelitian terlebih dahulu melalui pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan Berita Acara Pendapat oleh Pejabat Imigrasi yang ditunjuk pada Kantor Imigrasi setempat dengan membawa surat bukti lapor hilang dari Polisi (untuk Paspor hilang) atau Paspor yang rusak dan persyaratan lain yang telah ditentukan sesuai prosedur. Penggantian SPRI/Paspor dapat diberikan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI dalam hal ini Kepala Divisi Keimigrasian.
Pengajuan Penggantian SPRI/Paspor Yang Habis Masa Berlaku, Buku Paspor Penuh, Hilang Dan Rusak Berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.01-Iz.03.10 Tahun 1995 Tentang Paspor Biasa, Paspor Untuk Orang Asing, Surat Perjalanan Laksana Paspor Untuk Warga Negara Indonesia Dan Surat Perjalanan Laksana Paspor Untuk Orang Asing.

Dimanakah Paspor Dapat Dibuat

Paspor dapat dibuat dimana saja di seluruh Kantor Imigrasi di Wilayah Indonesia tanpa melihat domisili pemohon sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. M.08-IZ.03.10 Tahun 2006 tentang Perubahan Keempat atas Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. M.01-IZ.03.10 Tahun 1995 tentang Paspor iasa, Paspor untuk Orang Asing, Surat Perjalanan Laksana Paspor untuk Warga Negara Indonesia dan Surat Perjalanan Laksana Paspor untuk Orang Asing.

Persyaratan Pembuatan Paspor

Prosedur Permohonan Paspor Republik Indonesia berdasarkan pasal 4 Keputusan Menteri Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.01-IZ.03.10 Tahun 1995 Tentang Paspor Biasa, Paspor Untuk Orang Asing, Surat Perjalanan Laksana Paspor Untuk Warga Negara Indonesia dan Surat Perjalanan Laksana Paspor Untuk Orang Asing) Terakhir Diperbaharu

Adapun persyaratan WNI :

KTP, KK, Akte Lahir, Ijazah (SD/SMP/SMA); Surat Nikah, Paspor Lama (Jika telah memiliki)

Jenis Paspor

Jenis Paspor dapat dibedakan sebagai berikut :

1. Paspor Biasa

Jenis Paspor ini adalah paspor yang dimiliki oleh warga negara Indonesia yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi atau Atase Imigrasi yang digunakan untuk perjalanan reguler antar negara dan Paspor ini bersampul warna hijau.

2. Paspor Diplomatik

Paspor Diplomatik diterbitkan bagi warga negara Indonesia yang akan melakukan perjalanan keluar Wilayah Indonesia dalam rangka penempatan atau perjalanan tugas yang bersifat diplomatik yang diterbitkan oleh Menteri Luar Negeri.

3. Paspor Dinas

Paspor Dinas diterbitkan diterbitkan bagi warga negara Indonesia yang akan melakukan perjalanan keluar Wilayah Indonesia dalam rangka penempatan atau perjalanan tugas yang tidak bersifat diplomatik yang diterbitkan oleh Menteri Luar Negeri.

Definisi Paspor

Paspor atau Dokumen Perjalanan adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Pejabat yang berwenang dari suatu negara, Perserikatan Bangsa-Bangsa atau organisasi internasional lainnya untuk melakukan melakukan perjalanan antar Negara yang memuat identitas pemegangnya (sesuai dengan pasal 1 huruf 13 Undang-undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian).

Paspor berisi biodata pemegangnya, yang meliputi antara lain, foto pemegang, tanda tangan, tempat dan tanggal kelahiran,informasi kebangsaan dan juga beberapa informasi lain mengenai identifikasi pemiliknya.